DONGENG KANCIL DAN BABI YANG SOMBONG
Halo adik-adik yang manis dan baik hati.... kali ini kakak akan menuliskan cerita Tentang Don gen Kancil dan Babi Hutan yang Sombong. Langsung di baca ya.....
Ada seekor babi yang cukup gemuk badannya. Kakinya kuat. Pada mulutnya ada taring yang tajam dan panjang. Dialah yang menjadi raja di hutan di sana.Babi ini sangat ditakuti oleh binatang-binatang lain. Tak seekor binatang pun di sana yang berani melawannya. Anjing hutan tidak berani menantang. Bahkan singa yang terkenal sangat buas pun tak sanggup mengalahkannya.
Ada seekor babi yang cukup gemuk badannya. Kakinya kuat. Pada mulutnya ada taring yang tajam dan panjang. Dialah yang menjadi raja di hutan di sana.Babi ini sangat ditakuti oleh binatang-binatang lain. Tak seekor binatang pun di sana yang berani melawannya. Anjing hutan tidak berani menantang. Bahkan singa yang terkenal sangat buas pun tak sanggup mengalahkannya.
Tidaklah heran, karena kekuatannya yang besar dan belum ada yang pernah mengalahkan dirinya,
dan Ia dinobatkan menjadi Raja Babi. Sombongnya bukan main.
Sewaktu Raja Babi berjalan melintasi kerumunan banyak binatang, dia berkata dengan lantangnya,
“Ayo, siapa yang berani melawanku?” Mendengar tantangan Raja Babi yang demikian, semua binatang yang ada di tempat itu semuanya diam. Semua takut. Tidak ada yang berani berbicara sepatah kata pun. Dengan gayanya yang congkak, Raja Babi memperlihatkan kekuatannya kepada mereka semua dengan mendorong pohon mangga yang ada di hadapannya hingga tumbang, patah berantakan. Demikian juga dengan dahan pohon jambu, disambarnya jatuh tumbang. Tanah diseruduknya, habis berterbangan. Raja Babi merasa tak ada lawän lagi yang sanggup menandinginya.
“Ayo, siapa yang berani melawanku?” Mendengar tantangan Raja Babi yang demikian, semua binatang yang ada di tempat itu semuanya diam. Semua takut. Tidak ada yang berani berbicara sepatah kata pun. Dengan gayanya yang congkak, Raja Babi memperlihatkan kekuatannya kepada mereka semua dengan mendorong pohon mangga yang ada di hadapannya hingga tumbang, patah berantakan. Demikian juga dengan dahan pohon jambu, disambarnya jatuh tumbang. Tanah diseruduknya, habis berterbangan. Raja Babi merasa tak ada lawän lagi yang sanggup menandinginya.
Pada saat seperti itu, datanglah si Kancil di tempat tersebut. Raja Babi berkata, “Hai binatang kecil, darimana saja kamu?”
“Dari jalan-jalan mencari udara segar!” jawab si Kancil.
“Mengapa kamu tidak mengajakku?” tanya Raja Babi.
“Berjalan-jalan sendirian lebih enak, mengapa harus mengajak kamu!” jawab si Kancil.
Mendengar ucapan si Kancil seperti itu, Raja Babi agak tersinggung.
Ia tidak menyangka bila binatang kecil itu berani berkata-kata meremehkan dirinya.
Padahal selama ini semua binatang dalam hutan itu selalu tunduk dan takut padanya.
“Apa katamu?” ucap Raja Babi dengan nada marah. “Apakah kamu belum tahu bahwa aku ini raja hutan yang ditakuti oleh semua binatang di sini, sehingga kamu berani berkata-kata tidak sopan seperti itu? Apakah kamu tidak takut kepadaku?”
“Siapa takut!” tukas si Kancil. “Mengapa aku harus takut kepadamu? Bukankah kekuatanmü biasa-biasa saja, seperti binatang-binatang lainnya?”
Ucapan si Kanci! yang demikian, semakin membuat telinga Raja Babi menjadi panas.
Kemarahannya sudah tidak bisa dibendung lagi “Dasar binatang kecil dan bodoh!
Sudah saatnya aku sekarang ingin merasakan dagingmu yang lezat!” kata Raja Babi dengan muka marah.
“Baiklah bila kamu menginginkan dagingku ini Tapi syaratnya kamu harus bisa mengalahkanku dalam pertandingan yang akan kita lakukan besok pagi di tempat ini juga,” kata si Kancil menantang.
“Besok kita bertanding menentukan mana yang lebih kuat antara kamu dan aku.
Bila kamu yang menjadi pemenang; silahkan saja kamu memakan dagingku. Akan tetapi bila aku yang menang, maka kamu harus tunduk kepadaku dan mengakui bahwa akulah yang paling kuat di hutan ini.” “Bagus sekali usulmu itu binatang kecil!” sahut Raja Babi menyetüjui tantangan sang kanciL.
Semua binatang yang ada di tempat itu, kemudian pulang ke rumahnya masing-masing.
Mereka akan kembali ke tempat itu besok pagi untuk melihat pertandingan antara Raja Babi dengan si Kancil. Benarkah Kancil akan bertindak sebodoh itu. Tidak, ia berani menantang Raja Babi karena sudah punya gagasan.
Dua hari yang lalu sang Kancil telah membuat topeng yang menyerupai dirinya. Bukan topeng sembarangan, bahannya terbuat dari kayu yang sangat keras. Dengan ketekunan dan Kesabarannya, akhirnya selesal sudah ia membuat topeng. Topeng itu mirip sekali dengan wajahnya. Sehingga bila dipakai, Raja Babi akan sulit mengenalinya, apakah ia memakai topeng atau tidak. Malam itu Kancil sengaja beristirahat untuk mengumpulkan kekuatan dan memperhalus topengnya agar persis dengan wajahnya.
Setelah fajar menyingsing, semüa binatang sudah mulai berkumpul di tempát pertandingan. Mereka semua ingin menyaksikan pertandingan yang sangat langka itu. Sorak-sorai pun segera menggema saat Raja Babi tiba di tempat itu lebih dahulu. Tak lama kemudian si Kancil pun juga telah tiba, Sekali lagi sorak-sorai dan tepuk tangan dari para penonton membuat suasana kian semarak.
“Hidup Raja Babi, .. .! Hidup si KanciL. . ! teriak penonton mengelu-elukan keduanya. Setelah diberi aba-aba oleh sang Gajah, mulailah pertandingan itu. Raja Babi langsung menggeram dan menyambar si Kancil dengan moncongnya. Si Kancil tidak berkelit, tapi dengan tenang menyambut sambaran Raja Babi.
Mula-mula Kancil terlempar bebarapa depa oleb serudukan si Raja Babi. Namun ia segera bangkit lagi menantang si Raja Babi. Sementara si Raja Babi merasa kesakitan yang amat sangat pada moncongnya tak disangka kepala kancil ternyata sangat keras. Karena penasaran Raja Babi menyeruduk lagi. Kancil terlemapar namun segera bangun dan menantangnya lagi. Lama-lama moncong si Raja Babi lecet dan rusak di sana sini. Sementara si Kancil tetap segar dan bangkit menantangnya lagi. Raja Babi merasa moncongnya menjadi sakit sekali, akhirnya ia tidak sanggup lagi meneruskan pertandingan. Sehingga si Kancil dinobatkan sebagai pemenang dan Raja Babi harus mengakui bahwa si Kancil lebih kuat dan dirinya.
Bagaimana Dongen kancil dan babi yang sombong tadi. seru buka....Sampai Jumpa Lagi.

0 Response to "DONGENG KANCIL DAN BABI YANG SOMBONG"
Post a Comment